Apa aku kerasukan JIL.????
Aduh bingungg nie…
Sbuah pertanyaan yang aneh
sdikit plin-plan ga punya pegangan,mazhab atau apalah..
Pertanyaan ini timbul setelah kemaren jum’at 15 feb 08
kejadian itu berawal ketika ada seorang datang kekantorku utk brjualan buku2 Islami.smua buku tentang Islam dari novel sampi suratYasiin,dari ringkasan Riyadush shalihin sampai Ihya ulumiddin karangan Imam Al Ghozali,tapi knapa aku tertarik kepada buku kecil berjudul TERAPI KERASUKAN JIL karangan Abu Umar Abdillah,mungkin knapa aku pilih buku itu karena yang laen aku udah punya (ngomong aja rief harganya murah)he2 iya Cuma 20 rebu.
Setelah makan malam kira2 pukul stgh 10 mlm diruangan sempit berukuran 3x4 m yg aku sewa, aku mulai membaca sdikit demi sdikit,huh mulanya aku berjanji akan tidur cpat,karma tkut besok telat,tapi waktu sudah pukul stgh 12 “aduh nanaggung rief”semakin kedalam aku baca aku semakin tertarik,ketertarikan itu mungkin karena yang ditulis disitu banyak yang mirip apa yang kupikirkan.diantara salah satu yang ditulis dibuku itu ttg gejala2 yg sudah sdikit banyak kulakukan yaitu mendahulukan akal daripada dalil syar’i,disitu ditulis ini adalah gejala paling kentara..mereka meninggalkan tafsir para ulama salaf dan condong kpd tafsir hermeunetika “tafsir semau gue”
“Apakah kamu spt itu rief?”
ngomong2 mslh JIL(jaringan Islam liberal) sbenernya aku tidak asing dgn itu,dulu waktu masih kuliah semester III th 2002 aku masuk HMI (Himpunan Mahasiswa Iblis eh salah Islam),di LK (latihan kader) I itu berlangsung 3x 24 jam kita digembleng mslah organisasi disitu,salah satu yang dismapaikan tentang KeIslaman ,waktu itu siang skitar jam stgh 12,terdengarlah suara adzan tiba2 pemateri dari senior HMI yang kuliah Di IAIN WaliSongo itu berkomentar “ sebenernya adzan itu apa..?!?sekarang itu adzan tidak penting,dulu diciptakan adzan kan belum mengenal waktu dan jam!!sekarang seharusnya orang sudah mengenal waktu dan jam maka adzan tidak perlu?!?”
kita semua terdiam….
Belum sempat kami menghela napas beliau berkata lagi “Al Qur’an,knapa kita menyembah,memuja?ini Cuma teks yang penting itu isinya”kemudian MasyaAllah beliau membanting dan menginjaknya”
Kita semua diam,”laknatullah pkirku”.tmenku ada yang menangis kemudian terjadi perdebatan panjang..
Sbenernya beliau itu khfid Al Quran,beliau anak kyai ternama di Rembang
Stelah aku masuk HMI aku semakin dekat dengan orang2 aneh..
Pluralism,Marxisme,nietzche,komunism smua ada, dan aku sdikit terhanyut,karena rasa keingin tahuan yg besar dan aku mulai hunting about smua itu..sampai aku membaca Buku harian Ahmad Wahib
Huh..Alhmdllh aku masih punya pegangan,karena Al Quran dan Hadist Rosul masih didadaku.serta sedikit prinsipku “aku boleh ikut arus tp jangan hanyut didalamnya yg artinya aku boleh bergaul dgn smua orang tp harus punya standar sendiri,aku hrs spt ini…”(sdikit ga nyambung ya.?)
Aku sdikit tertarik dengan Marxism tp aku benci Leninism..
Aku simpatik dengan PKI tap dia sudah mati…
rasa penasaranku sudah sdikit mencairkarena sudah banyak tahu,kemudian aku masuk IRMATA (ikatan remja masjid at taqwa)Roemani Muhammadiyah,disana all about Islam dan memuliakan masjid tapi mengapa kdang sampai sekarang aku lebih mendahulukan akal daripada dalil????????
Aku sholat…
Rukun Islam…?ga masalah…!!
Rukun Iman…? ……….why not!!!
Kenapa kau masih lebih mendahulukan akal daripada dalil ariefffffffffff?
Kanapa?apakah kamu kerasukan JIL???????
Yaa Allah ampunilah dosa hambamu ini….